Sabtu, 25 Oktober 2008

Pondok takwa

mga qta ambil hikmah dri uraian singkat gw...


Rasulullah bersabda dalam satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-tirmidzi, yang berbunyi:
‘an abid darda, qaa la, sami’tu Rasulullahi sallallahu ‘alaihi wasallam, ya quu lu:
Fadhlul ‘alimi ‘alal ‘abidi kafadhlil qamari ‘alaa saa iril kawaa kib. Wa innal ‘ulamaa u waratsatul ambiyaa i…”

Yang bermakna:
“dari abi darda; saya mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: kelebihan seorang ‘alim dari seorang ‘abid (orang yang suka beribadah) seperti kelebihan bulan pada bintang-bintang, dan sesungguhnya ‘ulama itu pewaris para nabi”.
Dalam hadist tersebut rasulullah menjelaskan: seorang ‘alim (orang yang berilmu) lebih utama daripada seorang hamba yang gemar beribadah, yaitu hamba yang ilmunya sedikit.
Ada dua poin yang sangat menarik untuk diperhatikan:
 Yang pertama;
Orang yang ‘alim lebih utama daripada orang yang gemar beribadah.
ini artinya orang yang mempunyai ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan melebihi seorang ‘abid yang gemar beribadah namun tidak didasari ilmu yang memadai.
Yang dimaksud orang berilmu disini adalah orang yang memiliki ilmu dan mengamalkannya. Ilmu yang dimilikinya bagaikan cahaya yang dapat menerangi kegelapan. Sebagai seorang yang berilmu ia mengerti betul bahwa ilmunya harus dimanfaatkan, bukan untuk disembunyikan ataupun ditutup-tutupi dari khalayak ramai. Dengan ilmunya dia dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara yang halal dengan yang haram. Dengan ilmunya ia dapat bribadah dengan baik, apa yang dikerjakannya mempunyai dasar, dan dalam berbuat sesuatu ia akan berhati-hati.
Dengan ilmunya pula ia dapat merubah keadaan dan cepat menyelesaikan masalah yang tengah dihadapinya.
Jadi, orang yang berilmu itu dapat memberikan manfaat kepada dirinya sendiri dan kepada insan lainnya. Disaat beribadah maupun beramal dilakukannya dengan benar sesuai dengan apa yang diketahuinya. Ia dapat menjadi panutan orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.
Seseorang yang tidak berilmu dalam beramal tidak sesempurna orang yang berilmu. Bisa jadi apa yang dilakukannya tidak memberi manfaat pada dirinya, kalau untuk sendiri saja tidak bermanfaat, apalagi untuk orang?.
Maksud dari hadits rasulullah s.a.w yang mengibaratkan kedua jenis hamba tadi bagaikan bulan dan bintang-bintang adalah, orang yang ‘alim dengan ilmunya dapat menerangi orang lain laksana bulan yang dapat menerangi manusia dimalam hari. Namun orang ‘abid laksana bintang-bintang, artinya cahaya yang mereka pancarkan tidak seterang yang dipancarkan bulan.
 Poin kedua:
Para ‘ulama pewaris para nabi
Para ‘ulama(orang yang berilmu) bertugas sebagai pembawa amanat para nabi yang harus disampaikan kepada ummat manusia. Secara kesinambungan da’wah yang telah disampaikan oleh nabi dilanjutkan oleh para ‘ulama setelah beliau wafat. Seorang ‘ulama tidak memikirkan dirinya sendiri, dengan ilmu yang dimilikinya dia juga harus mengamalkannya, dan mengajarkan kepada orang lain. Dengan demikian keberadaan agama terus terpelihara dengan baik.
Karena begitu pentingnya sepak terjang para ‘ulama dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh muslim Rasulullah bersabda:
Yang intinya ilmu dimuka bumi akan dicabut oleh ALLAH dengan cara mewafatkan para ‘ulama.
sudah saatnya kita menuntut ilmu dengan penuh harap ridha allah demi kesempurnaan amalan kita, karena akan sia-sia saja bila kita beramal tanpa ilmu seperti yang Rasulullah paparkan dalam haditsnya.
Jadilah ahli ibadah seakaligus ahli manfaat, supaya jalan yang lurus tetap menjadi tumpuan kita. Semoga bermanfaat.
Pergi berlibur kenegeri barat boh pisang makanan cicem
Janganlah lupa membawa batu boh jambe kleeng makanan raja
Wahai pemuda-pemudi terhormat ulon tuan kon ureung malem
Apalah guna amal tanpa disertai ilmu cit hana me’oh bak pegah haba
Hadanallah waiyyakum ajma’in waakhirul kalam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh !

Glitter Text @ Glitterfy.com

MUHAJIR

1 komentar:

Anonim mengatakan...

law gw lom pernah baca tulisan loe, tapi gw rasa loe punya bakat tuk nulis...
tapi ingat, loe tu masih perlu belajar banyak dari gw, secarakan gw bos loe, baek di kelas mwpun di kamar..... gw sriusssssssssssss...heheheheheheheh..jelek...